Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan penting dalam membentuk baik dan buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Sekolah sebagai organisasi, di dalamnya terhimpun unsur-unsur yang masing-masing baik secara per seorangan maupun kelompok, melakukan hubungan kerja sama untuk mencapai tujuan. Unsur-unsur yang dimaksud, tidak lain adalah sumber daya manusia yang terdiri dari kepala sekolah, guru-guru, staf, peserta didik atau siswa, dan orangtua siswa. Kepemimpinan telah digambarkan sebagai penyelesaian pekerjaan melalui orang atau kelompok dan kinerja manajer akan tergantung pada kemampuannya sebagai manajer. Hal ini berarti mampu memengaruhi terhadap orang atau kelompok untuk mencapai hasil yang diinginkan dan ditetapkan bersama.
Kepemimpinan merupakan bagian penting dari manajemen yaitu merencanakan dan meng-organisasi, tetapi peran utama kepemimpinan adalah memengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini merupakan bukti bahwa pemimpin bisa saja menjadi manajer yang lemah apabila perencanaan nya buruk yang menyebabkan kelompok berjalan ke arah yang salah. Akibatnya walaupun dapat menggerakkan tim kerja, namun mereka tidak berjalan ke arah pencapaian tujuan organisasi. Maka diperlukan perencanaan dan langkah khusus untuk menyikapi tantangan globalisasi yang ditandai dengan adanya kompetisi global yang sangat ketat dan tajam.
Sebuah sekolah adalah organisasi yang kompleks dan unik, sehingga memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi. Untuk membantu para kepala sekolah dalam mengorganisasi-kan sekolah secara tepat diperlukan adanya satu esensi pemikiran yang teoretis, seperti kepala sekolah harus bisa memahami teori organisasi formal yang bermanfaat untuk menggambarkan kerja sama antara struktur dan hasil sekolah. Oleh sebab itu dikatakan bahwa keberhasilan sekolah adalah sekolah yang memiliki pemimpin yang berhasil.
Keberhasilan pendidikan di sekolah juga sangat ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah dalam mengelola tenaga kependidikan yang tersedia di sekolah. Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang berpengaruh dalam meningkatkan kinerja guru. Kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya,dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana (Mulyasa 2004:25). Hal tersebut menjadi lebih penting sejalan dengan semakin kompleksnya tuntutan tugas kepala sekolah,yang menghendaki dukungan kinerja yang semakin efektif dan efisien. Dalam perannya sebagai seorang pemimpin, kepala sekolah harus dapat memperhatikan kebutuhan dan perasaan orang-orang yang bekerja sehingga kinerja guru selalu terjaga.
Dalam aspek pendidikan manajemen kinerja pemimpin memiliki peran penting untuk mencapai tujuan dari suatu lembaga yang pelaksanaannya tidak mudah. beberapa lembaga dapat sukses dalam mencapai suatu visi-misi dan tujuannya, akan tetapi tidak sedikit pula suatu lembaga gagal dalam mencapai visi-misi tujuannya. Hal tersebut bergantung pada kriteria tertentu. Adapun indikasi yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan manajemen suatu lembaga di antaranya adalah :
a) Proses manajemen kinerja telah memungkinkan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh individu dari pekerjaan dapat di pergunakan untuk memodifikasi tujuan organisasi.
b) Terdapat komitmen dan dukungan dari manajemen puncak untuk menjalankan manajemen kinerja, manajemen kinerja akan sulit terlaksana tanpa dukungan dan komitmen manajemen puncak.
c) Manajemen kinerja dapat memberi nilai tambah dalam bentuk hasil jangka pendek maupun jangka panjang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar